Khurafat dan Mitos Dalam Pandangan Islam. Islam adalah
agama yang mengagungkan kebenaran. Tolok ukur kebenaran dalam Islam
yaitu bersumber dari wahyu Allah Ta’ala, baik dalam al-Qur’an maupun al-Sunnah. Islam juga
mengagungkan ilmu dan mengharamkan
berkata tanpa dasar ilmu yang benar.
Ketika Nenek Moyang Kita Terjebak Dalam Kesyirikan.
Di bawah ini, beberapa “petuah-petuah” yang TIDAK
PERLU DIPERCAYAI bahkan mempercayainya sama dengan SYIRIK!
1. Burung bersuara serak terbang di atas rumah, (konon)
akan ada yang meninggal dunia dalam waktu dekat di antara anggota keluarga
pemilik rumah. (?)
2. Kaki terbentur sesuatu ketika akan keluar rumah
beraktivitas, (konon) akan terkena suatu masalah, dan disarankan duduk dulu
baru melangkah kembali. (?)
3. Meninggalkan hidangan makanan yang telah tersaji,
(konon) akan mengalami kecelakaan di jalan, dan disarankan untuk mencicipi
makanannya meski cuma sebutir saja. (?)
4. Membeli barang jangan hari Selasa dan Sabtu, sebab
(konon) barang tersebut akan cepat rusak atau hilang. (?)
5. Ibu hamil tidak boleh melakukan kegiatan menjahit, sebab
(konon) bayinya akan mengalami cacat lahir. (?)
6. Bayi sering sakit-sakitan, (konon) pertanda namanya
harus diganti (?)
7. Menjual garam atau jarum di malam hari, (konon) akan
membawa kebangkrutan pada toko, warung, atau usaha lainnya. (?)
8. Berfoto bersama dalam jumlah ganjil, (konon) salah satu
dari yang difoto akan cepat meninggal, apalagi yang di tengah. (?)
9. Kebiasaan menyisir rambut di malam hari bagi seorang
gadis, (konon) akan berdampak susah jodohnya. (?)
10. Menggunting kuku di malam hari, (konon) akan membuat
usia seseorang lebih singkat. (?)
11. Tidur terlentang dengan tangan di kepala menindih
kening, (konon) dianggap tulah (menyumpahi) orang tua cepat mati. (?)
12. Hindari angka 13, sebab (konon) angka tersebut adalah
angka cilaka alias sial. (?)
13. Jangan menikah di bulan Syawal atau Dzulhijjah, sebab
(konon) akan membawa kesialan dalam rumah tangganya kelak, selalu bertengkar
dan cepat cerai.
Itulah sebagian mitos “ortu-ortu tempo doeloe” yang
diwejangkan kepada anaknya, hingga anaknya pun menjadi jiwa-jiwa yang hidup
dengan SEJUTA PAMALI dan kemudian menurunkan kepada cucu-cucunya pula. Maka
jadilah ‘petuah-petuah’ di atas sebagai pesan berantai yang atas dasar katanya,
katanya, dan katanya… konon, konon…dan konon!
Kesemua anggapan tersebut disebut sebagai “Thiyarah atau
Tathayyur”, yakni menganggap sial karena sesuatu.
Oleh karena itu, sebagai muslim yang hidup dalam syariat
Islam dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, wajib untuk tidak
mempercayainya.
Sekali lagi, WAJIB UNTUK TIDAK MEMPERCAYAINYA!
Apalagi sampai pesimis; merasa sial, dan tidak jadi
melakukan sesuatu hanya karena dibayang-bayangi mitos atau pamali tersebut.
Bahkan hal tersebut telah mendekatkan kita kepada syirik! Sedang syrik
tempatnya adalah neraka!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah menyatakan
bahwa tidak ada di antara kita melainkan terhinggap perasaan pesimis karena
sesuatu atau merasa bernasib sial karena mendengar atau melihat sesuatu.
Beliau bersabda:
“Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik tiga kali.
Tidaklah di antara kita kecuali beranggapan seperti itu, akan tetapi Allah
menghilangkannya dengan tawakal.” (HR. Abu Daud: 3411).
Karena inilah, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah
memberikan solusi untuk penyakit keyakinan yang keliru ini, maka jika ada
perasaan seperti ini, kita harus;
PERTAMA, melawan perasaan tersebut dengan melaksanakan apa
yang sudah direncanakan lalu bersandar diri kepada Allah Ta’ala. Perhatikan
beberapa hadits berikut:
“Tidaklah di antara kita kecuali beranggapan seperti itu,
akan tetapi Allah menghilangkannya dengan TAWAKKAL” (HR. Abu Daud: 3411).
Pada hadits di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
menyatakan bahwa perasaan bernasib sial akan hilang dengan bersandar diri
kepada Allah (tawakkal) sebab;
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali
dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan
memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(At-Taghaabun: 11)
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak
pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh)
sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi
Allah. (Al-Hadid: 22)
“Tidak ada ‘Adwa (keyakinan bahwa penyakit menular dengan
sendirinya bukan karena takdir Allah), tidak ada thiyarah (firasat sial akan
mendapat sesuatu yang ditemuinya karena melihat hewan, seperti burung gagak
yang lewat menandakan bahwa akan ada orang yang meninggal) dan tidak ada juga
ghul (keyakinan orang Jahiliyyah bahwa ada hantu yang menakutkan yang bisa
menyesatkan jalan) “. (HR. Ahmad: 13603)
“Barangsiapa tidak melanjutkan aktivitas kebutuhannya
karena thiyarah (tahayul, beranggapan sial karena melihat burung atau yang
lainnya) maka sungguh ia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad: 6748)
Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
menyatakan bahwa yang tidak jadi melakukan aktivitasnya gara-gara merasa akan
kualat, pesimis, pamali maka sungguh dia telah berbuat syirik.
KEDUA, menumbuhkan perasaan optimis dan prasangka baik di
dalam diri, di antaranya dengan mengucapkan perkataan yang baik-baik jauh dari
pesimisme.
“Tidak ada thiyarah (menganggap sial pada sesuatu sehingga
tidak jadi beramal) dan yang baik adalah Alfa`lu.” Para sahabat bertanya;
“wahai Rasulullah apakah Al fa`lu itu?” Beliau menjawab: “Yaitu kalimat baik
yang di dengar oleh salah satu dari kalian.” (HR.Bukhari: 5313)
KETIGA, salah satu penyebab masuk surga tanpa hisab, tanpa
disidang di hari penghakiman adalah dengan tidak ber-thiyarah, dan kuncinya
adalah tawakkal!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ada tujuh
puluh ribu orang dari umatku yang masuk surga tanpa hisab, yaitu yang tidak
meminta dirukyah (pengobatan dengan jampi-jampi, atau mantera), tidak
berfirasat sial karena melihat burung dan hanya kepada Tuhannya mereka
bertawakkal. (HR. Bukhari: 5991)
KEEMPAT, berdoa seperti yang diajarkan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni doa memohon perlindungan dari sikap
Thiyarah.
“Barangsiapa tidak melanjutkan aktivitas kebutuhannya
karena thiyarah (tahayul, beranggapan sial karena melihat burung—atau yang
lainnya) maka sungguh ia telah berbuat syirik.”
Para sahabat bertanya; “Lalu apakah yang dapat
menghapuskannya wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “hendaklah ia berdoa;
ALLAHUMMA LAA KHAIRO ILLA KHAIRUKA WALAA THOIRO ILLA
THOIRUKA WALAA ILAAHA GHOIRUKA
“Ya Allah, tidak ada kesialan selain dengan ketentuan-Mu
dan tidak ada kebaikan selain kebaikan-Mu, dan tiada sesembahan yang berhak
disembah selain-Mu.” (HR. Ahmad: 6748)
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Baqarah
ayat 147:
﴿ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ ﴾
“Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu janganlah
sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”
Diantara cara berfikir yang menyimpang dari kebenaran
adalah percaya kepada khurafat dan mitos. Yang dimaksud dengan mitos
adalah cerita-cerita bohong tentang suatu hal seperti asal usul tempat, alam,
manusia dan sebagainya yang mengandung arti mendalam dan diungkapkan dengan
cara gaib. Sedangkan definisi khurafat adalah ajaran atau keyakinan yang tidak mempunyai landasan kebenaran, disebut pula
takhayul.
Percaya dan bersandar pada khurafat dan mitos
(cerita-cerita bohong) adalah salah satu cara berfikir dan berdalil orang-orang
musryik. Mereka tidak menggunakan akal dan hati mereka untuk mencari
dan mengamalkan kebenaran. Dan itu merupakan sebab mereka dimasukan ke dalam Neraka.
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Mulk ayat
10:
﴿ وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴾
“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau
memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni
Neraka yang menyala-nyala.”
Khurafat dan mitos merupakan salah satu sebab disembahnya patung-patung,
batu, benda-benda keramat dan sesembahan
lainnya selain Allah Ta’ala. Di Indonesia khususnya, banyak khurafat dan mitos yang hingga saat ini
dipercaya sebagai sebuah kebenaran secara turun temurun. Bahkan bukan hanya
dipercaya tapi kepercayaan itu direalisasaikan dalam bentuk ritual-ritual
tertentu yang mengandung unsur kesyirikan.
Salah satu contoh mitos yang hingga saat ini masih
diyakini adalah mitos tentang Candi Prambanan, asal usul gunung Tangkuban
Perahu, asal usul Danau Toba dan beberapa tempat lainnya. Berkaitan dengan
mitos candi prambanan, diyakini bahwa candi ini dibuat Bondowoso sebagai syarat
untuk menikahi Roro Jonggrang yang meminta seribu candi dalam semalam. Kemudian
Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi pelengkap keseribu karena
menghianti janji. Muncul khurafat dan mitos bahwa pasangan yang datang ke
tempat tersebut secara bersama akan terputus hubungannya. Tempat lain yang
memiliki khurafat putus hubungan semisalnya adalah Kebon Raya Bogor, Baturaden
di Kabupaten Banyumas, dan Air terjun Coban Rondo di
Malang.
Adapun contoh khurafat lainnya terkait dengan jodoh
adalah jangan makan depan pintu nanti jodohnya jauh, jangan makan di tempat
tidur nanti jodohnya pemalas, jangan makan menggunakan dua piring nanti
istrinya dua, dan jangan nyapu setengah-tengah nanti jodohnya jelek.
Di Indonesia juga memiliki banyak khurafat dan mitos
hantu. Banyak nama-nama hantu yang dipercaya sampai
saat ini yang masih dipercaya adalah hantu kuntilanak, Sundel Bolong, Tuyul, Pocong, Genderuwo, Wewe
gombel dan nama hantu lainnya. Contoh mitos hantu-hantu tersebut adalah Tuyul
yaitu dipercaya sebagai makhluk halus yang digambarkan berwujud anak kecil
dengan kepala gundul dan berjiwa kerdil, Tuyul dapat diperkerjakan dengan
pekerjaan tertentu dan biasanya untuk mencuri uang. Untuk menangkal tuyul,
orang memasang yuyu di sejumlah sudut rumah karena tuyul
dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya.
Khufarat dan mitos lain adalah terkait dengan binatang
yang dipercaya memiliki kaitan dengan mistis yaitu kucing hitam, burung hantu,
anjing hitam, ayam hitam, dan hewan lainnya. Contoh yang terkait dengan kucing
hitam, yaitu dipercaya memiliki mistis, dan ada juga yang percaya bahwa
keberadaan kucing hitam menunjukan adanya penampakan hantu atau sekedar lewat,
juga dipercaya keberadaannya menandakan malapetaka. Sedangkan mitos burung
hantu adalah dipercaya sebagai sahabat setan, suaranya dimaknai
sebagai tanda datangnya kematian serta berbagai malapetaka lainnya.
Contoh khurafat dan mitos lain adalah terkait
tempat-tempat yang dianggap keramat adalah Lawang Sewu Semarang, Alas Purwo,
Gunung Merapi dan Alas Roban serta tempat lainnya. Tempat-tempat tersebut
dipercaya memiliki keramat dan keangkeran. Sebagai contoh, misalnya pantai
selatan yang dianggap angker dan dipercaya banyak dihuni bangsa jin yang
dipimpin oleh Ratu Kidul, sehingga ungkapan rasa syukur dan memohon
perlindungan dilakukan dengan cara nadranan semacam ruwayatan, mengirim
sesajen, sembelihan lalu dikirim ke laut.
Itulah beberapa contoh mitos-mitos yang tersebar di
masyarakat. Dan masih banyak mitos lainnya yang sampai saat ini masih diyakini
oleh masyarakat yang jahil akan akidah Islam.
Keyakinan pada khurafat dan mitos ini pada
hakehatnya adalah pemikiran masyarakat musyrik jahiliyyah. Meraka
bersandar kepada khurafat dan mitos sehingga akal sehat mereka rusak dan
begitupula teori keilmuan mereka. Sehingga akidah dan muamalah mereka sesat dan
menyesatkan karena tidak berlandaskan pada wahyu Allah Ta’ala melainkan pada
khurafat dan mitos yaitu cerita-cerita bohong.
Secara umum, penyimpangan utama khurafat dan mitos terletak
pada penisbatan terjadinya sesuatu diantaranya musibah, kemudahatan dan
kemanfaatan kepada selain Allah Ta’ala, baik tempat, benda, binatang, manusia,
dan bangsa jin ataupun yang lainnya. Dan ini bertentangan dengan prinsip dasar
Islam, bahwa Allah-lah yang Maha Kuasa dalam menimpakan kemudarahatan dan
memberikan kemanfaatan kepada makhluk-makhluk-Nya.
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Thagabun
ayat 11:
﴿ مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ﴾
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali
dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan
memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Hadid ayat
22:
﴿ مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ﴾
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak
pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya
yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”
Selain menyelisihi penisbatan kejadian alam semesta kepada
selain Allah Ta’ala. Kepercayaan terhadap khurafat dan mitos yang
direalisasikan dalam bentuk ritual tertentu baik sesajen, ruwatan, dan yang
lainnya untuk memohon kebaikan dan meminta perlindungan telah menyimpang dari prinsip
dasar Islam yang mengajarkan tauhid yaitu berdo’a, memohon kebaikan dan
berlindung dari keburukan hanya kepada Allah Ta’ala semata. Karena hanya
Dia-lah yang mampu mendatangkan manfaat dan mudharat.
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat Yunus ayat
106:
﴿ وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ ﴾
“Dan janganlah kamu beribadah kepada yang tidak memberi
manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika
kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk
orang-orang yang zalim.”
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Ahqaf ayat
5-6:
﴿ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ. وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ﴾
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang
beribadah kepada sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan
(doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? Dan
apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu
menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.”
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat Fatir ayat 13:
﴿ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ ﴾
“Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada
mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.”
Penyelisihan lain dari kepercayaan terhadap khurafat dan
mitos adalah keyakinan tanpa dasar ilmu. Padahal Islam adalah agama ilmu.
Allah Ta’ala menurunkan al-Qur’an dan al-Sunnah sebagai sumber utama ilmu dalam
meniti kehidupan ini dan sebagai hidayah bagi manusia.
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Isra ayat
36:
﴿ وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا ﴾
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”
Tapi justru memang sebaliknya, orang-orang musyrik yang
percaya kepada khurafat dan mitos menuduh wahyu Allah Ta’ala sebagi
mitos (cerita-cerita dusta) belaka. Dan inilah salah satu sebab kekufuran
mereka.
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Qalam ayat
15 dan al-Muthafifin ayat 13:
﴿ إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ ﴾
“Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata:
“(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.”
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Nahl ayat
24:
﴿ وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ قَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ ﴾
“Dan apabila dikatakan kepada mereka “Apakah yang telah
diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Dongeng-dongengan orang-orang dahulu”
Lebih spesifik lagi, penyimpangan mitos dan khurafat banyak
terkait dengan tauhid rububiyyah dan uluhiyyah. Dalam tauhid rububiyyah,
ummat Islam harus meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya
Rabbul-Alamin, Pencipta, Penguasa dan Pengatur alam semesta. Segala yang
terjadi pada alam semesta ini adalah atas kehendak dan kekuasaan Allah Ta’ala. Karena Allah Ta’ala sebagai Rabb alam semesta maka peribadatan harus
diperuntukan hanya kepada-Nya semata termasuk berdo’a, meminta pertolongan,
meminta perlindungan, takut, harap dan lain-lain dan inilah yang disebut dengan
tauhid uluhiyyah.
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Baqarah
ayat 21:
﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴾
“Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian yang telah
menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.”
Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa manusia diperintahkan
untuk memurnikan peribadatan kepada Allah Ta’ala karena Dia satu-satunya Rabb
yaitu Pencipta manusia seluruhnya. Jadi pengakuan rububiyah Allah Ta’ala
mewajibkan pengamalan tauhid uluhiyyah.
Dengan demikian, dapatlah kita pahami bahwa khurafat dan
mitos banyak menyimpang dari prinsip-prinsip dasar Islam. Maka hukum percaya kepada
khurafat dan mitos adalah syirik. Adapun klasisikasi
syirik akbar atau syirik ashgar tergantung pada jenis khurafat dan mitos serta
pengamalan dari kepercayaan tersebut.
Salah satu contoh khurafat yang dikategorikan syirik ashgar
adalah: Jangan makan di pintu nanti jodohnya balik lagi, jangan duduk di atas
bantal nanti bisulan, atau yang semisalnya. Yaitu perkataan yang dimaksud
sebagai nasehat yang baik yang tidak menyelisihi hukum Islam atau tauhid
akantetapi diungkapkan dengan kata-kata yang salah dan kata-kata tersebut tidak
diyakini kebenarannya, hanya sekedar untuk menakut-nakuti saja. Dan khurafat
ini tidak sampai kepada kesyirikan akbar. Allahu a’lam
Adapun salah satu contoh khurafat dan mitos yang
dikategorikan syirik akbar seperti keyakinan akan keberadaan Nyi Rodo Kidul
sebagai penguasa pantai selatan, meyakini dialah yang menguasai pantai tersebut
atau bahkan sampai melakukan ritual nadranan (ruwatan) meminta manfaat dan
tolak bala kepada Nyi Roro Kidul. Khurafat dan mitos ini adalah syirik akbar
yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Dan termasuk kategori ini jika sudah
masuk pada ranah merampah rububiyyah dan uluhiyyah Allah serta menisbatkannya
kepada selain Allah. Allahu a’lam
Banyak dampak yang ditimbulkan dari kepercayaan kepada khurafat
dan mitos, yaitu: mendatangi tukang sihir dan dukun, pengagungan terhadap
Jin dan Setan dan terpengaruh ramalan-ramalan buruk. Dan juga ritual-ritual
kesyirikan yang dianggap sebagai penolak bala dan manfaat lainnya seperti
ritual sesajen, ruwatan (nadranan), sedekah bumi, kurban untuk makhluk ghaib
dan ritual syirik yang lainnya.
Dari pemaparan perihal mitos dan khurafat, maka perlu
dipahami bahwa Islam adalah agama tauhid dan melarang semua bentuk kesyirikan.
Pemalingan hak rububiyyah, uluhiyyah dan asma wa sifat kepada selain Allah
adalah bentuk kesyirikan yang diharamkan dalam Islam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar